Hari ini, Saya mendapat pelajaran cukup berharga, dan datang dari orang yang sungguh saya tidak harapkan. Tapi well, kata-katanya memang benar.
Sebut saja namanya Ibu Rinna. Dia atasan dimana Saya bekerja sekarang. Orangnya Cantik, Putih, Cerdas, tapi, kadang saya temukan sifatnya yang cukup
mengerikan. Entahlah. Yang pasti saya
tidak terlalu suka beliau. Itu terserah bagaimana anda menginterpretasikan kata tersebut. Haha
Tapi, hari ini, saya sedikit punya pandangan baik karena kata-katanya.
Tadi sore, pukul 17.47, Ibu Rinna memanggil saya dan 1 rekan saya yang lain sesama
Sales Counter. Yaa,
briefing katanya. Soal penjualan unit yang merosot tajam bulan ini. Haah. Sungguh. Tak ada hal lain yang lebih membosankan dari ini.
Tapi pembahasan berikutnya yang membuat saya cukup, yaa, tersentuh dalam arti, err, merasa bersalah. Semacam itulah.
Ibu Rinna bilang, ada keluhan dari rekan kerja yang lain, kalau kinerja saya dan teman saya sesama Sales Counter belum maksimal. #DOR#. Ah. Tepat sasaran. Malu sekali rasanya. S-U-N-G-G-U-H. Dan Ibu Rinna bertanya, apa kendala yang menyebabkan kerja kami belum maksimal ?
Entahlah. Terlalu banyak alasan yang bisa saya kemukakan, tapi tidak didepan Ibu yang satu ini. Saya benci pekerjaan saya. Dan fikiran itu cukup mendarah daging di benak saya. Dan itu salah. Saya *baru saja* sadar disini. Saya jarang tersenyum. Karena saya benci pekerjaan saya.
Dan, yaa, Bu Rinna bilang.
"Mungkin kalian kurang senyum kali ya, jadi konsumennya pada takut? "
#jleb. Lagi-lagi tepat sasaran.
Terus berlanjut.
"Tau gak, kalo Saya nih ya, lagi cemberut terus Bos Liat. Dia bakal bilang : "Na, coba deh kamu ke Bank *** #maap sensor# terus liat Customer Servicenya, pasti senyuuuum terus." Gitu kata Bos. Eh, saya pikir, iya ya. Kalo kita senyum, terus nglayanin Customernya enak,
kasarnya ni ya (kata-kata mujarab Bu Rinna) ada Customer marah-marah ni gara-gara masalah apaa gitu terus dia
kasarnya mikir,
*pokoknya mau gua marah-marahin dah Customer Service-nya ntar*, misal,
kasarnya ni ya gitu. Eh, pas si Customer datang terus liat kita nih, misal kita si Customer Servive-nya itu kan. Senyum, terus, ngelayaninnya enak, pasti Dia juga luluh kan, yang tadinya niat marah-marah gitu, tapi karena ngeliat kitanya pelayanannya bagus, pasti respon dia juga baik. *
hebat juga dia bisa ngomong sepanjang itu dalam satu tarikan nafas*
Dan, Saya juga dapat pencerahan dari kalimat Bu Rinna ini. Yah, saya tahu, saya benci pekerjaan saya. Dan mestinya meskipun begitu, saya tetap memberikan yang terbaik untuk kantor Saya. Tapi saya yang keras kepala ini memang selalu berfikir, Apa yang bisa kantor kasih buat saya? Memang begitu. Dan pada kenyataannya saya tidak memberikan kontribusi yang cukup bagus untuk kantor saya. Dan terus terang, ditegur seperti itu saya malu sendiri juga.
Mungkin saya harus banyak tersenyum, tersenyum bagus kok. Katanya kan bisa bikin awet muda ya? Haha. Kalau difikir, saya emang jarang senyum gara-gara ya, masalah saya diatas tadi. Tapi, demi meningkatkan Customer kami bulan ini, Senyum adalah satu jawaban yang boleh dicoba untuk melayani Customer. Bukan Senyum berlebihan juga jadi ketawa sih, sampe bikin Customer tersinggung. Tapi yaa. You-Know-What Laah.
Oke. Target di awal bulan ini : banyak-banyak senyum sebelum disenyumkan #apabangetdah#
Banyak tersenyum bulan ini^^ semoga saya tidak jadi gila karenanya. Orz.
Salam senyum semuanya :)
*Tersenyumlah sebelum tersenyum itu dilarang*